Situs Resmi Kejaksaan Negeri Gianyar

Pada hari Kamis tanggal 23 November 2018 sekira pukul 09.30 Wib, dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H, Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan melaksanakan Kegiatan Tausyiah yang disampaikan oleh Ustad KOKO LIEM. Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan menguji coba layanan pengurusan tilang di pusat perbelanjaan Gandaria City untuk memudahkan warga. Pelanggar tinggal membayar denda tilang yang sudah ditetapkan pengadilan. Diharapkan, layanan sejenis akan diterapkan di pusat perbelanjaan lain.

Intinya sebagai kuasa hukum saya sudah siap untuk selanjutnya perkara ini naik ke pengadilan,” imbuhnya. Saraswati, kuasa hukum dari Linda Leo, ketika dikonfirmasi turut membenarkan sudah selesainya berkas penyidikan dan saat ini perkara sudah dilimpahkan ke JPU Kejati Jatim. Oleh mantan suaminya, Linda dilaporkan melanggar pasal 263 ayat 2 KUHP. Yakni, barang siapa dengan sengaja membuat surat palsu atau yang dipalsukan, yang dapat menimbulkan kerugian, maka diancam dengan hukuman pidana penjara paling lama enam tahun lamanya.

Dalam menjalankan tugas dan wewenangnya, Kejaksaan dipimpin oleh Jaksa Agung yang membawahi enam Jaksa Agung Muda serta 31 Kepala Kejaksaan Tinggi pada tiap provinsi. UU No. 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia juga mengisyaratkan bahwa lembaga Kejaksaan berada pada posisi sentral dengan peran strategis dalam pemantapan ketahanan bangsa. Karena Kejaksaan berada di poros dan menjadi filter antara proses penyidikan dan proses pemeriksaan di persidangan serta juga sebagai pelaksana penetapan dan keputusan pengadilan. Sehingga, Lembaga Kejaksaan sebagai pengendali proses perkara , karena hanya institusi Kejaksaan yang dapat menentukan apakah suatu kasus dapat diajukan ke Pengadilan atau tidak berdasarkan alat bukti yang sah menurut Hukum Acara Pidana.

Kejari Jaksel memberikan pelayanan khusus bagi masyarakat yang hendak mengurus tilang kendaraan hingga tengah malam. Sistem ini berlaku khusus hari Jumat 14 Desember 2018 dan hari Senin 17 Desember 2018. Pada hari Minggu tanggal 22 September 2019, Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan menggelar Adhyaksa Carnival dengan Jalan Santai dan buka pelayanan publik di Jalan Layang Non Tol Antasari, Jakarta Selatan. Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum yang bersih, efektif, efisien, transparan, akuntabel, untuk dapat memberikan pelayanan prima dalam mewujudkan supremasi hukum secara profesional, proporsional dan bermartabat yang berlandaskan keadilan, kebenaran, serta nilai – nilai kepautan. Di tengah-tengah keterbatasan sarana dan prasarana yang disediakan negara melalui APBN, kami jajaran Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, dengan kesungguhan hati bertekad melakukan perubahan guna mewujudkan layanan publik di bidang hukum yang lebih sederhana, lebih simple, lebih lincah dan lebih cepat. Sesuai dengan perkembangan dan kemajuan zaman, Kejaksaan Republik Indonesia selaku salah satu lembaga tinggi negara, harus mampu melaksanakan pembaruan dalam berbagai bidang kehidupan guna membentuk jati dirinya sebagai “institusi negara”, bukan institusi penguasa.

Dalam Undang-Undang No.16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan RI, Pasal 2 ayat ditegaskan bahwa “Kejaksaan R.I. Adalah lembaga pemerintah yang melaksanakan kekuasaan negara dalam bidang penuntutan serta kewenangan lain berdasarkan undang-undang”. Kejaksaan sebagai pengendali proses perkara , mempunyai kedudukan sentral dalam penegakan hukum, karena hanya institusi Kejaksaan yang dapat menentukan apakah suatu kasus dapat diajukan ke Pengadilan atau tidak berdasarkan alat bukti yang sah menurut Hukum Acara Pidana. Disamping sebagai penyandang Dominus Litis, Kejaksaan juga merupakan satu-satunya instansi pelaksana putusan pidana .